Dirasah Islamiah "ILMU TAUHID"

Jumat, 20 April 2012

Pengertian

Tauhid menurut bahasa (etimologi) berasala dari kata ahhada/wahhada, yang berarti meng-Esa-kan, menurut istilah meyakini keesaan Allah SWT, yang diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diwujudkan dalam amal perbuatan.

Macam-macam tauhid

Tauhid dikenal tiga macam, yaitu:

1. Tauhid Ilahiyah (mengesakan Allah SWT sebagai Tuhan)

2. Tauhid Rububiyah (pengesaan Allah SWT sebagai pencipta)

3. Tauhid Ubudiyah (pengesaan Allah SWT sebagai sembahan)

Nama-nama ilmu tauhid

1. Ushuluddin (pokok-pokok agama)

2. Aqoid (keimanan)

3. Ilmu Kalam

4. Ilmu Ma’rifat

5. Ilmu Hakikat

Aliran-aliran dalam tauhid

Sejarah besar yang menjadi tolak awal adanya perpecahan adalah pertempuran antara pasukan Ali bin Abi Thalib dengan pasukan Mu’awiyah di Shiffin yang diakhiri dengan peristiwa Tahkim (Abitrase). Pengsikapan terhadap tahkim inilah yang menempatkan umat islam pada perdebatan antara Mukmin dengan Kafirnya seseorang sehingga pada saat itulah timbu berbagai aliran dalam ilmu kalam.

Beberapa aliran tersebut antara lain:

1. Khawarij

Adalah barisan pendukung Ali yang keluar dari pasukan Ali, karena ketidaksepakatan mereka terhadap tahkim, mereka menyebut diri dengan Syurah.

Tokoh

a. Abdullah Ibnu Wahab Arroshidi (sebagai pengganti Ali)

b. Urwah bin Hudair

Pokok ajaran

Bahwa Khilafah harus dipilih dengan cara demokratis dan mereka berpendapat bahwa kekholifahan baik Ali maupun Mu’awiyah serta seluruh pendukungnya adalah kafir.

Madzhab

a. Al Mukhakimah (berasal dari pendukung Ali)

b. Al Azariqo (muncul setelah Al Mukhakimah hancur)

c. An Najdat (pecahan dari Al Azariqo)

d. Ajaridah (pengikut Abdul Al Karim Ibnu Ajrat)

e. Aisufriyah (yang dipimpin oleh Zaid Ibnu Al Asfar)

f. Golongan Khawarij yang paling moderat adalah kelompok Al Ibadah

2. Murjiah

Murjiah ialah kaum musilimin yang tidak berpendapat pada kasus tahkim dan menyerahkan pada Allah SWT.

Tokoh

a. Hasan bin Bilai Almuzni

b. Dirar bin Umar

c. Abu Yusuf (Moderat)

d. Jahm bin Shafwan (Ekstrim)

Madzhab

Moderat, mereka berpendapat bahwa orang yang berdosa besar bukanlah kafir, tetapi dihukum di neraka kelak sesuai dengan dosanya.

Ekstrim menyatakan bahwa pernyataan kafir dengan lisan itu bukanlah iman sebab kafir itu tempatnya dalam pengakuan hati.

3. Qadariah dan Jabariyah

Kaum Qadariah Berpendapat bahwa manusia memiliki kemerdekaan dan kebebasan dalam menentukan jalan hidupnya sendiri (free will and free act).

Kaum Jabariyah berpendapat bahwa manusia sama sekali tidak memiliki kebebasan dan kemampuan untuk menentukan jalan hidupnya akan tetapi segala sesuatu telah diatur Allah SWT.

Tokoh

Al Ja’ad bin Dhirham

4. Mu’tajilah

Lahir pada sat Wasil bin Ato’ tidak puas dengan jawaban Hasan Al Basri tentang konsep iman dan kafir. Kemudian Wasil memisahkan diri dari jamaah dan disebutlah dia sebgai Mu’tajilah (orang yang memisahkan diri). Faham ini juga disebut rasionalis Islam, karena mereka membawa persaoaan teologi ke dataran filusufis.

Tokoh

a. Wasil bin Ato’

b. Abu Huzail Al Allaf

c. Az Zamakhsyari

d. Bisir Ibnu Saib

Pokok ajaran

a. Al manzilah bain manzilatin (manusia yang melakukan dosa besar berada di posisi antara iman dan kafir)

b. Al ‘Adalah (manusia dalam konsep ini memiliki kebebasan mutlak karena itu adalah keadilan Tuhan)

c. Al Waa’aada wal Al Mau’ud (janji dan ancaman Tuhan)

d. Peniadaan sifat-sifat untuk menjaga keEsaanNya (Tauhid)

e. Kewajiban Amar ma’ruf Nahi Mungkar bagi setiap muslim

f. Pemikiran lain dari faham ini adalah Al-Qur’an adalah makhluk Allah SWT dan bisa ditafsirkan secara rasional.

5. Ahlussunah Wal Jama’ah

Al-Asy’ahriyah ; didirikan oleh Abu Musa al Asy’ari setelah ia keluar dari paham Mu’tazilah. Pemikirannya antara lain Al-Quran bukanlah makhluk, Allah SWT dapat dilihat secara langsung, Tuhan tidak dapat diketahui dzatnya, dan perbuatan manusia adalah ciptaan Allah SWT.

Al Maturidiyah ; paham ini didirikan oleh Abu Mansur at Maturidi yang memiliki pendapat yang banyak memakai akal dan metode teologi. Perbedaan dengan Asy’arah antara lain: kesepakatan paham ini degan beberapa pendapat mu’tazilah.

0 komentar: